Jumat, 22 Juli 2011

Unsur-Unsur Mineral Dan Manfaatnya

Unsur-Unsur Mineral Dan Manfaatnya – Sahabat Pustaka sekalian, kali ini saya akan membahas tentang Unsur-unsur mineral dan manfaatnya. Unsur-unsural mineral dapat digolongkan menjadi unsur makro (makroelemen) dan unsur mikro (mikroelemen). Makroelemen merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh mahluk hidup dalam jumlah besar, seperti natrium (Na), kalium (K), kalsium (Ca), fosfor (P)magnesium (Mg), klor (Cl), dan beleran (S). Tumbuhan mengambil mineral dari tanah. Mineral tersebut merupakan hasil mineralisasi dari batuan induk dan bahan organik.
Mikroelemen terdiri atas iodium (I), flour (F), tembaga (Cu) dan besi (Fe). Elemen ini dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit. Jika elemen ini tidak ada, akan terjadi abnormalitas pada funsi tubuh. Selain mikroelemen, terdapat juga unsur perunut (trace element) yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sangat sedikit.


Natrium (Na)
Unsur Na terdapat pada garam dapur (NaCl), susu, dan telur. Na berfungsi memelihara tekananosmosis sel, pH, serta mengatur permeabilitas membran sel. Selain itu, Na mempunyai peranan dalam konduksi impuls dari saraf. Defisiensi Na akan menyebabkan ganguan pada ginjal, perubahan nilai osmotik, dan perubahan suhu tubuh. Hal-hal tersebut akan menimbulkan gejala hipertensi (tekanan darah meningkat).
Kalium (K)
Unsur K didapatkan dari sayuran, biji-bijian, dan dain. Fungsi kalium adalah memelihara permeabilitas membran sel, tekanan osmotik sel, keseimbangan asam basa, serta mengatur sekresi insulin dan kontraksi otot. Defisiensi unsur K akan menimbulkan lemahnya kontraksi otot lurik dan otot polos sehingga denyut jantung tidak beraturan.
Kalsium (Ca)
Unsur Ca didapatkan dari sayuran, biji-bijian, kerang, susu dan ikan. Fungsi Ca adalah memelihara permeabilitas membran sel, memelihara pertumbuhan tulang dan gigi, membantu pembekuan darah, mengatur aktivitas kontraksi otot, serta ikut aktif dalam perpindahan impuls pada sel saraf.
defisiensi kalsium akan menyebabkan kerapuhan tulang dan gigi, pembekuan darah yang lambat, serta kerja jantung yang tidak sempurna. Gejala kekurangan kalsium adalah kelelahan (lemas) yang terjadi karena fungsi otot kurang aktif.
Fosfor (P)
fosfor didapatkan dari kerang-kerangan, polong-polongan, susu, daging, dan ikan. fungsi fosfor adalah sebagai penyusun tulang dan gigi. serta sebagai pembentuk energi organik (ATP) dalam kontraksi otot dan berbagai proses sintesis. Defisiensi unsur P akan menyebabkan tubuh lemah, pertumbuhan terhambat, serta pertumbuhan tulang dan gigi abnormal. Gejala kekurangan fosfor adalah tubuh lesu dan nafsu makan berkurang.
Magnesium (Mg)
Magnesium banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau, biji-bijian, daging, dan susu. Mg berperan dalam menentukan aktifitas enzim sebagai gugus aktif (gugus prostetik) dalam sintesis protein dan respirasi sel, serta merupakan penyusun dalam otot dan sel darah.
Defisiensi magnesium akan menyebabkan kurangaktifnya kerja jantung, menurunkan sistem transportasi, dan terhambatnya aktivitas metabolisme. gejala kekurangan unsur Mg adalah badan lemah atau lesu.
Klor (CI)
Klor diperoleh dari garam dapur, daging, susu, dan telur. Fungsi Cl adalah memelihara keseimbangan elektrolit dalam sel. menyusun enzim HCl dalam lambung, memelihara tekanan osmosis dalam darah dan sel tubuh. Kekurangan Cl mengakibatkan pertumbuhan rambut terganggu serta menimbulkan kelelahan dikarenakan terjadinya hambatan metabolisme pada lambung.
Belerang (S)
belerang didapat dari sayur-sayuran, buah-buahan, telur, susu, dan daging. belerang berfungsi sebagai komponen penyusun asam nukleat, vitamin (tiamin dan biotin), meningkatkan kerja enzim serta memelihara kerja otot dan saraf.
Besi (Fe)
Unsur besi dapat diperoleh dari sayur-sayuran yang berwarna hijau, padi-padian, umbi kentang, daging, hati, susu, dan kuning telur. Unsur Fe berperan dalam pembentukan pigmen respirasi hemoglobin dan mioglobin sebagai penyusun gugus prostetik beberapa enzim. Defisiensi Fe dapat menyebabkan anemia. badan lesu karena metabolisme terhambat, dan kesulitan bernafas karena menurunnya pigmen respirasi. Gejala kekurangan zat besi adalah tubuh pucat dan terjadi gangguan pernapasan.
Iodium (I)
Unsur iodium dapat diperoleh dari garam yang mengandung Iodium, sayuran, dan ikan laut. fungsi ipdium adalah membantu memelihara kelenjar tiroid dan sebagai pembentuk hormon tiroksin.
Defisiensi iodium akan menimbulkan penyakit gondok (goiter). hal ini terjadi karena kelenjar tersebut berusaha memperbesar ukurannya. Rendahnya kandungan tiroksin akan mengakibatkan rendahnya pertumbuhan dan metabolisme. gejala kekurangan iodium adalah badan lemah dan suhu tubuh relatif rendah.
Seng (Zn)
Unsur seng dapat diperoleh dari ikan laut, kerang-kerangan, hati, daging, dan biji gandum, fungsi unsur ini adalah untuk memelihara reseptor saraf sensoris dan sebagai penyusun enzim dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Kekurangan Zn menyebabkan pertumbuhan terhambat akibat rendahnya aktifitas metabolisme dan menyebabkan sensitivitas saraf terganggu. gejala kekurangan unsur ini adalah badan lesu, dan disertai pusing-pusing.
Fluor (F)
Unsur F didapat dari makanan, antara lain susu dan kuning telur. Fluor berfungsi memelihara pertembuhan tulang dan gigi sehingga terhindar dari keropos tulang (oesteoporosis) dan karies gigi (berlubang). Defisiensi fluor akan menyebabkan gigi mudah rusak dan tulang menjadi kerops.
Tembaga (Cu)
Tembaga dapat memperoleh dari polong-polongan, padi-padian, hati, dan hewan laut berupa kerang-kerangan. Tembaga ikut berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sebagai pemelihara fungsi saraf. Defisiensi Cu akan menimbulkan anemia dan gangguan saraf. [ps]

2 komentar:

Thanks atas infrom'y :)
kunjungi pi juga blogQ (tikkuituasik@blogspot.com)

terimakasih infonya
sungguh brmanfaat

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More